Senin, 24 Juni 2013

Two People Doesn't Amount to "Us"

I awaken all alone
I just hear the ticking of the clock
Can't tell whether it's nightfall or early morning
I'm lying here in my room pitch dark
The cool atmosphere
What is passing by and slowly dropping the temperature
And I wonder where You are and who lays with You at night?
When I'm here all alone
There are no echoes in the empty room
Waiting for my memories with You interrogating
My heart is about to melt soon
You and I, the two of us, just doesn't amount to us

Do You miss me?
Do You think of me?
Is that the way it is?
What flies with fall
If You answer honestly
But the love is not the answer
But love also makes a person tired
Do You know?
Do You love me?
Is that the way it is?
What is suppressed with erupt
Tell me a good intentioned lie
To allow me to believe that I am not too foolish

The night goes by so very slow and I hope that it won't end
So I close my eyes and dream of You and I
It is a simply a dream that was to short
I'd give away my soul to hold You once again
I open my eyes and I'm woken from my dream
Thinking maybe You love me like I've always loved You
But how can You love me like I loved You
When You can't even look me straight in my eyes
In this bitter silence, I decided to really let You go
But why do I keep asking why?
I'm forced to realize
You and I, the two of us, just doesn't amount to us

You don't know how long I have waited
You don't know how long I have wanted
To touch Your lips and hold You tight
And then finally, the secret is still my own
My love for You is still unknown
And it will always be mine
And then once again I lie awake
So, please just tell me
Who broke my faith in all these years
I never had Your love and I never will
And deep down in my heart
Somehow I just know
That no matter what
I'll always love You
Though You and I, the two of us, just doesn't amount to us

Tell me a good intention lie, althought two people doesn't amount to us

-Laura Liu- 

Selasa, 28 Mei 2013

-Luar Biasa Gila Malam Ini-


Sebuah coretan pendek dua tahun yang lalu (25/5/2011), saat tiba-tiba ingatanku kembali dibawa terbang tinggi dan menggila oleh memori yang mengarak rindu pada satu cinta yang akan segera menjadi masa lalu. Satu hari lagi rinduku untukmu malam ini. 





Sungguh luar biasa gilanya
Kata rindu yang kutitipkan pada desiran angin malam ini
Sampaikan dengan bisikan lembut dalam salam manis
Untuk satu-satunya hatimu yang beku

Sungguh luar biasa gilanya
Senyum sendu yang kuarak dalam gelap malam yang kelabu
Sampaikan dengan dingin yang mengelus lemah dalam kecup damba
Untuk satu-satunya hatimu yang lugu

Sungguh luar biasa gilanya
Malam ini...




Jumat, 24 Mei 2013

Doaku Tuhan (14/05/13)

Ya Tuhan,
Hari itu akan segera tiba
Hari yang sampai hari ini paling takut untuk ku bayangkan
Hari yang bukan menjadi milikku
Dan bilamana aku harus berdiri menyaksikannya

-Satu kenangan di Goa Maria - Belinyu, Bangka.-
Siapkan hatiku Tuhan
Tegarkan jiwaku
Basuh sakitku
Sembuhkan lukaku
Hidupkan ragaku
Tanamkan benih cinta yang baru
Dalam kasihmu aku ditinggikan

Kuatkan langkah kakiku
Ringankan tanganku
Tegakkan kepalaku
Rengkuh pundakku
Sandarkan punggungku padaMu
Dekap aku, jangan biarkan goyah dan terjatuh
Buka kedua mata dan telingaku
Lancarkan kata dari mulutku
Detakkan jantungku dan hembuskan seirama nafasku
Tampunglah air mataku
Lukiskan senyuman diwajahku
Biarkan aku barang sekejap mata melewati semuanya
Jangan hapuskan biarkan menjadi satu kenangan
Jadikan satu diantara tiada terhingga
 
Dan ketika aku telah mampu tak terjaga
Selimuti aku dengan cinta dan kasih
Ketika aku siap membuka mata dan menyambut dunia baru
Bukan lagi hidup dalam dunia mimpi yang ku bangun dan ku puja dalam asa
Temani aku dalam setiap detikku
Kokohkan aku Tuhan
Bimbing aku dalam jalanMu
Terjadilah seperti yang Kau ingini

Jika hari itu memang adalah rencanaMu yang terindah 
Maka biarkanlah itu menjadi hari yang sempurna
Jika memang hari itu tak kan pernah menjadi miliku
Maka aku akan merelakannya dan menanti hariku berikutnya

Ya Tuhan,
Aku memang tak kan pernah menjadi sempurna baginya
Tapi hendaknya sempurnakan aku Tuhan bagiMu dan dia lainnya
Sungguh dalam egoisku ingin berkata
"Bila tiba hariku Tuhan,
Buat aku percaya kuasaMu yang sempurna bekerja luar biasa"
Namun hendaklah dalam rendah aku berserah
"Aku percaya, 
Aku percaya kau juga membingkiskanku hari terindah"

Siapkan Hatiku Tuhan 



Ps: seuntai doa yang kutulis dari hati yang kuketik dalam draft note di smartphone (14/5/13)
Kabar yang kuperjelas dan kupastikan dari sumbernya sungguh menghancurkan aku hari ini. Terlelap dalam tangis beriring senandung lagu menguncang emosi dan sempurna dengan beberapa teguk beer dingin agar mampu aku tak terjaga. 

Kamis, 23 Mei 2013

Dilema, Yakin yang Ragu


Ragu itu masih datang jua
Ragu yang kukira kureka
Ragu yang berkata kucinta
Ragu yang berkata kudusta

Yakin itu mulai goyah jua
Yakin yang kucoba menjadi nyata
Yakin yang berkata tak cinta
Yakin yang berkata kujera

Ragu apakah aku mencinta?
Yakin apakah aku tak mencinta?
Cinta yang kureka?
Ataukah hatiku tak mau luka?

Jika yakinku aku tak cinta
Kenapa raguku aku merasa luka
Maka yakinku yang kureka
Sebab raguku yang menjadi nyata



Seuntai goresan ringan ketika keraguan dan keyakinan dalam diriku menguak tanya yang hingga kini masih tak menjelma adanya.

Rabu, 22 Mei 2013

Khayalan?


Yang kuyakini nyata
berubah semu
Yang kuyakini semu
berubah nyata
Nyata yang semu
ataukah
Semu yang nyata
Yang kuyakini benar
ternyata salah
Yang kuyakini salah
ternyata benar
Benar yang salah
ataukah
Salah yang benar
Khayalan?